Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”
UKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Jumlah UKM hingga 2011 mencapai sekitar 52 juta. UKM di Indonesia sangat penting bagi ekonomi karena menyumbang 60% dari PDB dan menampung 97% tenaga kerja. Tetapi akses ke lembaga keuangan sangat terbatas baru 25% atau 13 juta pelaku UKM yang mendapat akses ke lembaga keuangan. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota.
Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut :
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
Contoh Bisnis UKM Usaha Kecil Menengah
1. Bisnis UKM Bidang Kuliner
Usaha kuliner merupakan jenis usaha yang selalu laku dan tidak ada matinya. Hal tersebut sudah menjadi takdir manusia yang membutuhkan makanan setiap hari. Usaha kuliner UKM yang bisa di jalankan juga cukup beragam, tentunya modal awal yang ada menjadi hal pertimbangan yang penting. Jika memiliki modal yang kecil alangkah baiknya jika membuka usaha kuliner dengan skala yang kecil, begitupun sebaliknya. Contoh usaha UKM kuliner seperti jualan cemilan, gorengan, jualan makanan, membuka rumah makan, membuka restoran kecil atau bisa juga membuka usaha kafe. Anda tertarik dengan usaha kafe, baca saja ulasan Usaha Cafe Modal Kecil Beserta Tips Cara Memulainya.
2. Bisnis UKM Bidang Fashion
Usaha UKM bidang fashion atau pakaian hampir sama dengan usaha kuliner, usaha yang satu ini tidak ada matinya, bahkan memiliki prospek yang terus meningkat di setiap tahunnya. Pakaian merupakan kebutuhan pokok setiap manusia dan saat ini manusia menginginkan model pakaian yang beraneka ragam. Contoh usaha UKM dalam bidang fashion cukup banyak seperti membuka toko pakaian, membuka distro yang menjual pakaian khusus untuk anak muda, toko batik, baju muslim dan lain sebagainya. Namun apabila anda memiliki modal yang pas-pasan tak perlu takut untuk memulai usaha UKM fashion ini, karena saat ini sudah banyak supplier fashion yang menawarkan penjualan dengan sistem reseller dan dropship.
3. Bisnis UKM Bidang Pertanian
Bisnis UKM dalam bidang pertanian ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan, kita tahu sendiri bahwa di negara kita ini memiliki tanah yang cukup subur, hampir di setiap daerah di negara kita ini di anugrahi tanah yang subur. Tak heran apabila sekitar 70% mayoritas pekerjaan masyarakat Indonesia ialah Petani. Melihat hal yang demikian tentunya usaha apapun di bidang pertanian memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Contoh usaha pertanian UKM cukup banyak seperti beras, jagung, sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan lain sebagainya.
4. Bisnis UKM Bidang Peternakan
Negara kita ini memang di anugrahi dengan sumber daya alam yang melimpah, baik itu dari segi energi, pangan, tumbuhan dan juga hewan. Hampir semua hewan yang ada di Dunia juga ada di Indonesia, bahkan hewan seperti Komodo dan Badak bercula satu hanya ada di negara kita ini. Usaha dalam bidang peternakan memang cukup menjanjikan, hal tersebut tak lepas dari pakan ternak yang melimpah terutama di daerah pedesaan. Contoh UKM bidang peternakan yang bisa di jalankan seperti sapi perah, kambing susu etawa, ayam, kambing dan masih banyak lagi.
5. Bisnis UKM Bidang Teknologi dan Internet
Seiring majunya teknologi saat ini banyak memunculkan jenis usaha baru khususnya dalam bidang internet. Bukan menjadi rahasia lagi jika internet menjadi pondasi perekonomian belakangan ini, semua aspek bisnis baik skala kecil maupun menengah pasti membutuhkan internet dan menjalankan semuanya secara Online. Untuk bisnis UKM dalam bidang internet ini juga cukup beragam seperti toko online, media online, internet advertising, jasa periklanan, menjadi reseller dan lain sebagainya.
Rabu, 27 April 2016
Penyerapan Tenaga Kerja
Penyerapan tenaga kerja merupakan jumlah tertentu dari tenaga kerja yang digunakan dalam suatu unit usaha tertentu atau dengan kata lain penyerapan tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja yang bekerja dalam suatu unit usaha. Dalam penyerapan tenaga kerja ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal tersebut antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat bunga. Dalam dunia usaha tidaklah memungkinkan mempengaruhi kondisi tersebut, maka hanyalah pemerintah yang dapat menangani dan mempengaruhi faktor eksternal.
Menurut Sonny Sumarsono (2003:105) Permintaan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah tenaga yang dibutuhkan oleh perusahaan atau instansi, dimana faktor yang mempengaruhi penyerapan akan tenaga kerja adalah:
1. Tingkat Upah
Perubahan tingkat upah akan mempengaruhi tinggi rendahnya biaya produksi perusahaan. Apabila digunakan asumsi bahwa tingkat upah naik, maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
a. Naiknya tingkat upah akan meningkatkan biaya priduksi perusahaan, yang selanjutnya akan meningkatkan pula harga per unit barang yang diproduksi. Biasanya para konsumen akan memberikan respon yang cepat apabila terjadi kenaikan harga barang, yaitu mengurangi konsumsi atau bahkan tidak lagi mau membeli barang yang bersangkutan. Akibatnya banyak barang yang tidak terjual, dan terpaksa produsen menurunkan jumlah produksinya. Turunnya target produksi, mengakibatkan berkurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Penurunan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan karena pengaruh turunnya skala produksi disebut dengan efek skala produksi atau scale effect (Sonny Sumarsono, 2003:106).
b. Apabila upah naik (asumsi harga dari barang-barang modal lainnya tidak berubah), maka pengusaha ada yang lebih suka menggunakan teknologi padat modal untuk proses produksinya dan menggantikan kebutuhan akan tenaga kerja dengan kebutuhan akan barang-barang modal seperti mesin dan lainnya. Penurunan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan karena adanya penggantian atau penambahan penggunaan mesin-mesin disebut dengan efek substitusi tenaga kerja (substitution effect). Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya dalam uraian diatas, Sudarsono (1988:35) menyatakan bahwa permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh perubahan tingkat upah.
Menurut Sonny Sumarsono (2003:112) upah dibagi menjadi tiga macam yaitu :
1. Upah pokok Upah yang diberikan pada karyawan, yang dibedakan atas upah per jam, per hari, per minggu, per bulan.
2. Upah lembur Upah yang diberikan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja yang telah ditetapkan perusahaan.
3. Tunjangan Sejumlah uang yang diterima karyawan secara menyeluruh karena adanya keuntungan dari perusahaan pada akhir tahun neraca.
2. Nilai Produksi
Nilai produksi adalah tingkat produksi atau keseluruhan jumlah barang yang merupakan hasil akhir proses produksi pada suatu unit usaha yang selanjutnya akan dijual atau sampai ke tangan konsumen. Naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan. Apabila permintaan hasil produksi perusahaan atau industri meningkat, produsen cenderung untuk menambah kapasitas produksinya. Untuk maksud tersebut produsen akan menambah penggunaan tenaga kerjanya. Perubahan yang mempengaruhi permintaan hasil produksi, antara lain: naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan, tercermin melalui besarnya volume produksi, dan harga barang- barang modal yaitu nilai mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi (Sudarsono, 1988:35).
Sudarsono (1988:35) menyatakan bahwa perubahan faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan hasil produksi, antara lain: naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan, tercermin melalui besarnya volume produksi, dan harga barang-barang modal yaitu nilai mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi. Lain halnya dengan Payaman J. Simanjuntak (1985:87) yang menyatakan bahwa pengusaha memperkerjakan seseorang karena itu membantu memproduksi barang/jasa untuk dijual kepada konsumen. Oleh karena itu, kenaikan permintaan pengusaha terhadap tenaga kerja, tergantung dari kenaikan permintaan masyarakat akan barang yang diproduksi.
3. Nilai Investasi
Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanaman-penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. (Sadono Sukirno, 1997:107) Mesin digerakkan oleh tenaga kerja atau sumber- sumber serta bahan-bahan dokelola oleh manusia.
Menurut Sonny Sumarsono (2003:105) Permintaan tenaga kerja berkaitan dengan jumlah tenaga yang dibutuhkan oleh perusahaan atau instansi, dimana faktor yang mempengaruhi penyerapan akan tenaga kerja adalah:
1. Tingkat Upah
Perubahan tingkat upah akan mempengaruhi tinggi rendahnya biaya produksi perusahaan. Apabila digunakan asumsi bahwa tingkat upah naik, maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
a. Naiknya tingkat upah akan meningkatkan biaya priduksi perusahaan, yang selanjutnya akan meningkatkan pula harga per unit barang yang diproduksi. Biasanya para konsumen akan memberikan respon yang cepat apabila terjadi kenaikan harga barang, yaitu mengurangi konsumsi atau bahkan tidak lagi mau membeli barang yang bersangkutan. Akibatnya banyak barang yang tidak terjual, dan terpaksa produsen menurunkan jumlah produksinya. Turunnya target produksi, mengakibatkan berkurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan. Penurunan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan karena pengaruh turunnya skala produksi disebut dengan efek skala produksi atau scale effect (Sonny Sumarsono, 2003:106).
b. Apabila upah naik (asumsi harga dari barang-barang modal lainnya tidak berubah), maka pengusaha ada yang lebih suka menggunakan teknologi padat modal untuk proses produksinya dan menggantikan kebutuhan akan tenaga kerja dengan kebutuhan akan barang-barang modal seperti mesin dan lainnya. Penurunan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan karena adanya penggantian atau penambahan penggunaan mesin-mesin disebut dengan efek substitusi tenaga kerja (substitution effect). Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya dalam uraian diatas, Sudarsono (1988:35) menyatakan bahwa permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh perubahan tingkat upah.
Menurut Sonny Sumarsono (2003:112) upah dibagi menjadi tiga macam yaitu :
1. Upah pokok Upah yang diberikan pada karyawan, yang dibedakan atas upah per jam, per hari, per minggu, per bulan.
2. Upah lembur Upah yang diberikan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja yang telah ditetapkan perusahaan.
3. Tunjangan Sejumlah uang yang diterima karyawan secara menyeluruh karena adanya keuntungan dari perusahaan pada akhir tahun neraca.
2. Nilai Produksi
Nilai produksi adalah tingkat produksi atau keseluruhan jumlah barang yang merupakan hasil akhir proses produksi pada suatu unit usaha yang selanjutnya akan dijual atau sampai ke tangan konsumen. Naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan. Apabila permintaan hasil produksi perusahaan atau industri meningkat, produsen cenderung untuk menambah kapasitas produksinya. Untuk maksud tersebut produsen akan menambah penggunaan tenaga kerjanya. Perubahan yang mempengaruhi permintaan hasil produksi, antara lain: naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan, tercermin melalui besarnya volume produksi, dan harga barang- barang modal yaitu nilai mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi (Sudarsono, 1988:35).
Sudarsono (1988:35) menyatakan bahwa perubahan faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan hasil produksi, antara lain: naik turunnya permintaan pasar akan hasil produksi dari perusahaan yang bersangkutan, tercermin melalui besarnya volume produksi, dan harga barang-barang modal yaitu nilai mesin atau alat yang digunakan dalam proses produksi. Lain halnya dengan Payaman J. Simanjuntak (1985:87) yang menyatakan bahwa pengusaha memperkerjakan seseorang karena itu membantu memproduksi barang/jasa untuk dijual kepada konsumen. Oleh karena itu, kenaikan permintaan pengusaha terhadap tenaga kerja, tergantung dari kenaikan permintaan masyarakat akan barang yang diproduksi.
3. Nilai Investasi
Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanaman-penanaman modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. (Sadono Sukirno, 1997:107) Mesin digerakkan oleh tenaga kerja atau sumber- sumber serta bahan-bahan dokelola oleh manusia.
Industrialisasi di Indonesia
Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang merubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan dimana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi dimana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.
Menurut Boediono definisi Industrialisasi adalah :
Proses percepatan pertumbuhan produksi barang industri yang dilaksanakan didalam negri, yang diimbangi dengan pertumbuhan yang serupa di bidang permintaannya ( yang berasal dari dalam negri sendiri maupun luar negri ). Industrialisasi akan terhambat apabila aspek produksinya atau aspek permintaanya atau keduannya terhambat pertumbuhannya. ( Ekonomi Internasional 1990 ).
Dalam Industrialisasi ada perubahan filosofi manusia dimana manusia merubah pandangan lingkungan sosialnya menjadi lebih kepada rasionalitas (tindakan didasarkan atas pertimbangan, efisiensi, dan perhitungan, tidak lagi mengacu kepada moral, emosi, kebiasaan atau tradisi). Menurut para peniliti ada faktor yang menjadi acuan modernisasi industri dan pengembangan perusahaan. Mulai dari lingkungan politik dan hukum yang menguntungkan untuk dunia industri dan perdagangan, bisa juga dengan sumber daya alam yang beragam dan melimpah, dan juga sumber daya manusia yang cenderung rendah biaya, memiliki kemampuan dan bisa beradaptasi dengan pekerjaannya.
Negara pertama yang melakukan industrialisasi adalah Inggris ketika terjadi revolusi industri di abad ke 18 Pada akhir abad ke 20, Negara di Asia Timur telah menjadi bagian dunia yang paling banyak melakukan industrialisasi.
Industrialisasi di Indonesia semakin menurun semenjak krisis ekonomi tahun 1998. Kemunduran ini bukanlah berarti Indonesia tidak memiliki modal untuk melakukan investasi pada industri dalam negeri, tetapi lebih kepada penyerapan barang hasil produksi industri dalam negeri. Membuka pasar dalam negeri adalah kunci penting bagi industri Indonesia untuk bisa bangkit lagi karena saat ini pasar Indonesia dikuasai oleh produk produk asing.
Dari jumlah penduduk indonesia termasuk negara sedang berkembang terbesar ketiga setelah india dan cina. Namun diluar dari segi industrialisasi indonesia dapat dikatakan baru mulai, salah satu indikator dari industrialisasi adalah sumbangan sektor industri dalam GDP (gross domestic product). Dari ukuran ini sektor industri di indonesia sangat tertinggal dibandingkan dengan negara-negara utama di asia. Dua ukuran lain adalah besarnya nilai tambah yang dihasilkan sektor industri dan nilai tambah perkapita.
FAKTOR-FAKTOR PEMBANGKIT DAN PENGHAMBAT INDUSTRI DIINDONESIA
A. Pembangkit.
Ada beberapa faktor yang dapat membangkitkan perindustrian diindonesi, diantaranya adalah :
1. Struktur organisasi
Dilakukan inovasi dalam jaringan institusi pemerintah dan swasta yang melakukan impor. Sebagai pihak yang membawa,mengubah, mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi.
2. Ideologi
Perlu sikap dalam menentukan pilihan untuk mengembangkan suatu teknologi apakah menganut tecno-nasionalism,techno-globalism, atau techno-hybrids.
3. Kepemimpinan
Pemimpin dan elit politik Indonesia harus tegas dan cermat dalam mengambil keputusan. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan pasar dalam negeri maupun luar negeri.
B. Penghambat
Faktor-Faktor yang dapat menghambat perkembangan perindustrian adalah :
1. Keterbatasan teknologi
Kurangnya perluasan dan penelitian dalam bidang teknologi menghambat efektifitas dan kemampuan produksi.
2. Kualitas sumber daya manusia
Terbatasnya tenaga profesional di Indonesia menjadi penghambat untuk mendapatkan dan mengoperasikan alat alat dengan teknologi terbaru.
3. Keterbatasan dana pemerintah
Terbatasnya dana pengembangan teknologi oleh pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dalam bidang riset dan teknologi
Menurut Boediono definisi Industrialisasi adalah :
Proses percepatan pertumbuhan produksi barang industri yang dilaksanakan didalam negri, yang diimbangi dengan pertumbuhan yang serupa di bidang permintaannya ( yang berasal dari dalam negri sendiri maupun luar negri ). Industrialisasi akan terhambat apabila aspek produksinya atau aspek permintaanya atau keduannya terhambat pertumbuhannya. ( Ekonomi Internasional 1990 ).
Dalam Industrialisasi ada perubahan filosofi manusia dimana manusia merubah pandangan lingkungan sosialnya menjadi lebih kepada rasionalitas (tindakan didasarkan atas pertimbangan, efisiensi, dan perhitungan, tidak lagi mengacu kepada moral, emosi, kebiasaan atau tradisi). Menurut para peniliti ada faktor yang menjadi acuan modernisasi industri dan pengembangan perusahaan. Mulai dari lingkungan politik dan hukum yang menguntungkan untuk dunia industri dan perdagangan, bisa juga dengan sumber daya alam yang beragam dan melimpah, dan juga sumber daya manusia yang cenderung rendah biaya, memiliki kemampuan dan bisa beradaptasi dengan pekerjaannya.
Negara pertama yang melakukan industrialisasi adalah Inggris ketika terjadi revolusi industri di abad ke 18 Pada akhir abad ke 20, Negara di Asia Timur telah menjadi bagian dunia yang paling banyak melakukan industrialisasi.
Industrialisasi di Indonesia semakin menurun semenjak krisis ekonomi tahun 1998. Kemunduran ini bukanlah berarti Indonesia tidak memiliki modal untuk melakukan investasi pada industri dalam negeri, tetapi lebih kepada penyerapan barang hasil produksi industri dalam negeri. Membuka pasar dalam negeri adalah kunci penting bagi industri Indonesia untuk bisa bangkit lagi karena saat ini pasar Indonesia dikuasai oleh produk produk asing.
Dari jumlah penduduk indonesia termasuk negara sedang berkembang terbesar ketiga setelah india dan cina. Namun diluar dari segi industrialisasi indonesia dapat dikatakan baru mulai, salah satu indikator dari industrialisasi adalah sumbangan sektor industri dalam GDP (gross domestic product). Dari ukuran ini sektor industri di indonesia sangat tertinggal dibandingkan dengan negara-negara utama di asia. Dua ukuran lain adalah besarnya nilai tambah yang dihasilkan sektor industri dan nilai tambah perkapita.
FAKTOR-FAKTOR PEMBANGKIT DAN PENGHAMBAT INDUSTRI DIINDONESIA
A. Pembangkit.
Ada beberapa faktor yang dapat membangkitkan perindustrian diindonesi, diantaranya adalah :
1. Struktur organisasi
Dilakukan inovasi dalam jaringan institusi pemerintah dan swasta yang melakukan impor. Sebagai pihak yang membawa,mengubah, mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi.
2. Ideologi
Perlu sikap dalam menentukan pilihan untuk mengembangkan suatu teknologi apakah menganut tecno-nasionalism,techno-globalism, atau techno-hybrids.
3. Kepemimpinan
Pemimpin dan elit politik Indonesia harus tegas dan cermat dalam mengambil keputusan. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan pasar dalam negeri maupun luar negeri.
B. Penghambat
Faktor-Faktor yang dapat menghambat perkembangan perindustrian adalah :
1. Keterbatasan teknologi
Kurangnya perluasan dan penelitian dalam bidang teknologi menghambat efektifitas dan kemampuan produksi.
2. Kualitas sumber daya manusia
Terbatasnya tenaga profesional di Indonesia menjadi penghambat untuk mendapatkan dan mengoperasikan alat alat dengan teknologi terbaru.
3. Keterbatasan dana pemerintah
Terbatasnya dana pengembangan teknologi oleh pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dalam bidang riset dan teknologi
Minggu, 17 April 2016
Sejarah
PT Philips
Koninklijke Philips Electronics N.V. (Royal
Dutch Philips Electronics Ltd.), biasa dikenal sebagai Philips, ialah salah
satu produsen elektronik konsumen terbesar di dunia. Pada 2004, penjualannya
sekitar € 30,3 juta dan mereka mempekerjakan 161.586 orang di lebih dari 60
negara. Philips diorganisasi dalam sejumlah divisi: Philips Consumer
Electronics, Philips Semiconductors, Philips Lighting, Philips Medical Systems
dan Philips Domestic Appliances and Personal Care. Perusahaan ini didirikan
pada 1891 oleh 2 bersaudara Gerard dan Anton Philips (1874-1951) di Eindhoven,
Belanda. Produk pertamanya ialah bola lampu 'dan alat elektronik lainnya'.
Pabrik pertamanya kini menjadi museum. Pada 1920-an, perusahaan ini mulai
memproduksi produk lain, dan pada 1939 pisau cukur listrik pertamanya,
Philishave, diperkenalkan. Philips memasarkan alat cukurnya di AS dengan nama
Norelco. Philips memperkenalkan tape compact audio cassette, yang dengan ramai
sukses, melalui percobaan mereka mengatur standar untuk VCR, V2000, gagal di
muka persaingan dari Betamax dan khususnya standar VHS.
Pada 9 Mei 1940, direktur Philips
diberitahu mengenai penyerbuan Jerman ke Belanda pada 10 Mei. Mereka memutuskan
meninggalkan negerinya dan lari ke Amerika Serikat. Mereka menerima banyak
modal perusahaan dengannya. Beroperasi dari AS, mereka mengurus untuk
menjalankan perusahaan sepanjang perang. Di saat yang sama, perusahaan itu
sendiri pindah ke Antillen Belanda untuk menjaganya dari tangan Jerman. Setelah
perang kembali ke Belanda, dengan markasnya di Eindhoven (dan pada 1997
keputusan dibuat untuk pindah ke Amsterdam – perpindahan ini selesai pada
2001). Banyak fasilitas penelitian rahasia dikunci dan berhasil disembunyikan
dari penyerang, yang memungkinkan perusahaan berlari cepat lagi setelah perang.
Juga dipercaya bahwa Philips -sebelum dan selama perang- memasok banyak
peralatan listrik kepada angkatan pendudukan Jerman, yang membuat beberapa
orang berpikir bahwa perusahaan itu berkolaborasi dengan Nazi, seperti banyak
perusahaan lain saat itu.
Bagaimanapun, tiada fakta yang mendukung
bahwa Philips sendiri atau manajemennya pernah setuju dengan Nazi atau
pahamnya. Secara jelas, ada sedikit Philips sudah bisa berbuat mencegah Jerman
dari penyalahgunaan fasilitas produksinya dan memaksa pekerjanya melakukan
kerja paksa selama pendudukan. Fasilitas produksi di Eindhoven merupakan
satu-satunya sasaran Belanda yang dengan sengaja dibom angkatan sekutu selama
perang.
PT. Philips menerapkan strategi distribusi
ekslusif dan strategi distribusi intensif. Keuntungan strategi esklusif antara
lain loyalitas perantara tinggi, meningkatkan citra produk dan tingkat
pengendalian tinggi atas harga dan jasa yang diberikan perantara. Sedangkan
kerugiannya antara lain: volume penjualan rendah, opportunity cost produsen
disuatu daerah besar karena ketergantungannya pada satu perantara. Philips
secara tidak langsung juga menjalankan distribusi intensif melalui channel
trade retail yang memasok barang ke toko dan terkadang ke supplier. Keuntungannya
adalah produk perusahaan tersedia luas di pasar. Resikonya adalah item yang
dijual harus murah harganya dan perputarannya cepat, sulit mengendalikan outlet
yang banyak dan tersebar luas, serta komitmen retailer untuk melakukan promosi
produk rendah.
Di Indonesia, Philips telah hadir sejak
1941. Dengan pengalamannya, Philips menjadi perusahaan perlampuan terkemuka di
dunia. Brand Philips merupakan salah satu brand yang sangat terkenal di mata
masyarakat dunia. Philips terkenal sebagai produsen lampu berkualitas.
Tanggapan baik dari masyarakat harus bisa diimbangi oleh Philips untuk tetap
menghadirkan lampu-lampu berkualitas. Persaingan pasar PT Philips tidak hanya
terbatas di Indonesia saja. Produksi lampu yang mereka hasilkan juga diekspor
ke berbagai negara untuk memenuhi permintaan konsumen.
Rabu, 13 April 2016
SUMBER DAYA ALAM INDONESIA
SUMBER DAYA ALAM INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu negeri yang berlimpah akan
sumber daya alamnya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, yang
tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotic, seperti hewan, tumbuhan dan
mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik seperti minyak bumi, gas alam,
berbagai jenis logam, air dan tanah.
Sumber daya alam dapat digolongkan berdasarkan:
1. Sumber Daya Alam berdasarkan Jenis:
-Sumber Daya Alam Hayati / Biotik
Sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup
contohnya: tumbuhan, hewan, mikroorganisme dan lain-lain
-Sumber Daya Alam Non Hayati / Abiotik
Sumber daya alam yang berasal dari benda benda mati
contohnya: air, udara, tanah, batuan, bahan tambang dan
lain-lain
2. Sumber Daya Alam berdasaran Sifat Pembaharuan:
-Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbaharui / Renewable
Sumber daya alam yang dapat digunakan berulang-ulang kali
dan dapat dilestarikan atau dapat diperbaharui
contohnya: air, tumbuh-tumbuhan, hewan, hasil hutan, hasil
kebun dan lain-lain.
-Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbaharui / Non
Renewable
Sumber daya alam yang tidak dapat di daur ulang atau
bersifat hanya dapat digunakan sekali saja atau tidak dapat diestarikan serta
dapat mengalami kepunahan contohnya: batu bara, gas alam, timahh, minyak bumi
dan aneka hasil tambang yang lainnya.
3. Sumber daya alam berdasarkan kegunaan atau penggunaannya
-Sumber Daya Alam Penghasil Bahan Baku
Sumber daya alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan
benda atau barang lain sehingga nilai gunanya akan menjadi lebih tinggi.
contohnya : hasil hutan, barang tambang, hasil pertanian,
dan lain-lain
-Sumber Daya Alam Penghasil Energi
Sumber daya alam yang dapat menghasilkan atau memproduksi
energi demi kepentingan umat manusia di muka bumi.
contohnya : ombak, panas bumi, arus air sungai, sinar
matahari, minyak bumi, gas bumi, dan lain sebagainya.
MASALAH SUMBER DAYA ALAM (Struktur Penguasaan sumber daya
alam).
Setiap hal pasti memiliki masalah begitu juga dengan sumber
daya alam. Masalah masalah yang dihadapi oleh sumber daya alam adalah
kelestarian yang terganggu oleh aktifitas aktifitas manusia itu sendiri yang
merusaknya. Mereka tidak pernah berpikir bagaimana jika sumber daya alam bisa
habis, bagaimana kelangsungan hidup manusia itu sendiri jika sumber daya alam
habis. Mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi saja. Beberapa hal yang menjadi
faktor utama akan rusaknya sumber daya alam :
1. Manusia hanya memikirkan kepentingan pribadi
2. Tata hukum yang tidak tegas
3. Manusia yang tidak taat pada hukum/tidak takut dengan
hukum
4. Kurangnya kesadaran manusia tentang betapa pentingnya SDA
5. Kurangnya pengetahuan mekanisme pengelolaan SDA yang baik
dan benar.
Menurut pendapat saya upaya yang dilakukan untuk menjaga dan
melestarikan sumber daya alam di Indonesia sadar akan diri sendiri untuk tidak merusak
kekayaan alam negara. Serta sumber daya alam harus senantiasa dikelola secara
seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan nasional dimasa sekarang dan dimasa
yang akan datang.
E-commerce
Definisi E-commerce
Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet.
Sejarah dan Perkembangan
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 miliar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat "perdagangan web" — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini
Tipe dan macam- macam Aplikasi
Aplikasi internet sangat berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang mendukungnya, antara lain seperti: e-mail, file transfer, Bulletin Board System, online banking, video broadcasting, radio broadcasting, internet telephony, dan World Wide Web (web).
Sumber :
E-commerce Transportasi Konvensional dan Online
Definisi
Transportasi konvensional adalah suatu transportasi yang pembayarannya berdasarkan kesepakatan yang di lakukan oleh sejumlah orang atau sebuah lembaga maupun internasional. Dengan adanya perkembangan teknologi transportasi konvensional ini menggunakan sebuah layanan internet yang berfungsi untuk memudahkan para costumer untuk memesan sebuah layanan transportasi baik darat, laut maupun udara.
Contoh Transportasi Konvensional Online
1. Layanan Ojek
- Gojek
- Grabike
2. Layanan Mobil
- Grabcar
- Uber
Perkembangan Transportasi Online
aplikasi online adalah captive market yang sangat besar. Di Indonesia, ada 83 juta user yang terhubung internet, 69 juta user terhubung Facebook, dan 45 user terhubung Twitter. "Ini pasar yang sangat besar di Indonesia," Dan aplikasi online bisa digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar masyarakat, misalnya transportasi online hingga berbelanja online. Penolakan terhadap transportasi online disebabkan ketidaktahuan pelaku transportasi reguler terhadap perkembangan aplikasi online.
Karena itu perkembangan teknologi digital yang dimanfaatkan oleh aplikasi online tidak bisa dicegah. Ditambah lagi, penciptaan lapangan kerja yang sangat besar dari transportasi online. Contoh jumlah pengemudi ojek online Go-Jek saat ini sudah mencapai 200 ribu dalam waktu kurang dari satu tahun.
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)