Analisis Ratio adalah membandingkan antara satu angka dengan angka lainnya yang memberikan suatu makna. Suatu keuntungan dengan menggunakan ratio adalah meringkas suatu data historis perusahaan sebagai bahan perbandingan. dari sekian banyak alat analisis keuangan.
Analisis merupakan suatu langkah awal dalam suatu pengambilan keputusan yang cerfdas. Sebelum membuat keputusan para eksekutif harus mengumpulkan data dan menguji fakta-fakta keuangan yang penting dan relevan. Fakta-fakta keuangan tersebut diperoleh dari data-data akunting yang ditunjukkan dalam bentuk Neraca dan Laporan Laba/Rugi.
Beberapa lembaga dan investor memiliki keinginan untuk memperoleh hasil dari analisis laporan keuangan yang disajikan perushaan. Walaupun memiliki kepentingan yang berbeda, hal yang paling penting adalah manajemen perusahaan harus memahami harapan dan keinginan dari para kreditur dan pemegang saham agar mampu menarik dan mempertahankan dana perusahaan yang telah atau akan diberikan. Lembaga dan investor tersebut, antara lain:
Beberapa lembaga dan investor memiliki keinginan untuk memperoleh hasil dari analisis laporan keuangan yang disajikan perushaan. Walaupun memiliki kepentingan yang berbeda, hal yang paling penting adalah manajemen perusahaan harus memahami harapan dan keinginan dari para kreditur dan pemegang saham agar mampu menarik dan mempertahankan dana perusahaan yang telah atau akan diberikan. Lembaga dan investor tersebut, antara lain:
- Kreditur Jangka Pendek (short term creditors)
- Kreditur Jangka Panjang (long term creditors)
- Pemegang Saham (stockholders)
- Manajemen Perusahaan (management)
Kreditur Jangka Pendek adalah lembaga atau perusahaan yang memberikan dana jangka pendek, seperti: bank atau pemasok barang/jasa kepada perusahaan dengan pembayaran non tunai atau secara kredit kepada perusahaan yang dianggap memiliki kemampuan likuiditas atau mampu membayar kewajibannya saat jatuh tempo.
Kreditur Jangka Panjang adalah pemegang obligasi perusahaan. Perusahaan pengelola dana pensiun, dan lainnya. Biasanya tertarik kepada solvency yaitu kelebihan relatif dari nilai aset perusahaan dibandingkan dnegan kewajiban (liabilities).
Pemegang Saham tertarik kepada perusahaan karena likuiditas, solvabilitas, keuntungan masa depan, termasuk arus kas dalam jangka panjang. Para pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang dipengaruhi langsung oleh keuntungan (profit) dan risiko (risk).
Manajemen Perusahaan adalah eksekutif perusahaan yang sangat mengenal sasaran dan tujuan perusahaan dan bertanggung jawab untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Tanggung jawab lainnya adalah manajemen harus mampu menjaga likuiditas perusahaan agar mampu memenuhi tuntutan para kreditur dan pemegang saham.
Inti dari Ratio Keuangan:
- Ratio Likuiditas adalah ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang telah jatuh tempo.
- Ratio Leverage adalah ratio yang mengukur seberapa jauh atau besar perusahaantelah didanai atau dibiayai oleh utang.
- Ratio aktivitas adalah ratio yang mengukur seberapa efektif (hasil guna) perusahaan menggunakan sumber dayanya.
- Ratio profitabilitas adalah ratio yang mengukur seberapa besar efektivitas manajemen atau eksekutif perusahaan yang dibuktikan dengan kemampuan menciptakan keuntungan atau perlu ditambahkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomis perusahaan.
1. Ratio Likuiditas:
a. Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar
b. Acid Test Ratio/Quick Ratio = Kas + Efek + Piutang / Utang Lancar
2. Ratio Leverage:
a. Total debt to Equity ratio = Utang Lancar + Utang Jangka Panjang / Jumlah Modal Sendiri
b. Total debt to total = Utang Lancar + Utang Jangka Panjang
3. Ratio Aktivitas:
a. Total assets turnover = Penjualan Neto / Jumlah Aktiva
b. Receivable turnover = Penjualan Kredit / Piutang rata-rata
c. Inventory turnover = Harga Pokok Penjualan / Inventory rata-rata
4. Ratio Profitabilitas:
a. Gross profit margin = Penjualan Neto - Harga Pokok Penjualan / Penjualan Neto
b. Net profit margin = Keuntungan Neto Sesudah Pajak / Penjualan Neto
c. Earning power of total investment = EBIT / Jumlah Aktiva
d. Net earning power ratio = Keuntungan Neto Sesudah Pajak / Jumlah Aktiva
e. Rate or return for the owners = Keuntungan Neto Sesudah Pajak / Jumlah Modal Sendiri
Sumber:
1. Buku Panduan Praktis Manajemen Keuangan dan Akuntansi untuk Eksekutif Perusahaan. Hendra S.Raharjaputra
2. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Prof.Dr.Bambang Riyanto