Selasa, 14 Juli 2015

Tanggapan Atas Kasus Mobil Listrik Dahlan Iskan

Rencana bapak Dahlan buat bikin mobil itu sangat bagus. Beliau ingin membuat mobil tersebut sebagai karya yg baru anak bangsa Indonesia, Beliau membuat mobil itu bersama Ricky anak Indonesia yg dimana Ricky sebelumnya berada di negeri Jepang yg bekerja di perusahaan Jepang dan memiliki pengetahuan luas mengenai mobil listrik ini. Mobil itu telah berhasil di buat dengan 3 nama, yaitu: selo, gendhis, tucuxi. Bapak Dahlan juga rela memberikan gaji tiap bulannya sebagai mentri BUMN kepada Ricky tiap bulan untuk mengajak Ricki ke Indonesia. Tapi mobil ciptaan bapak Dahlan dan Ricky tidak mendapat sambutan baik dari kamenristek.
Pendapat saya. Sebaiknya pemerintah mempertimbangkan kembali mengenai mobil listrik ini dan segera memberikan hak layak untuk karya ini. Karya anak bangsa harus tetap di dukung, dan tetap menghargai karya anak bangsa. Sehingga banyak anak yg memiliki potensi untuk membangun negri ini menjadi tidak memiliki keinginan dan malah pergi ke luar negri untuk mengembangkan potensinya di sana.

Selasa, 12 Mei 2015

ANALISIS RATIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS

Analisis ratio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas dibawah ini menggunakan Laporan Keuangan Neraca dan Laba Rugi dari PT Kalbe Farma Tbk Tahun 2009


A.      Ratio Likuiditas

1.       Current Ratio =Aktiva Lancar/Hutang Lancar =              4.701.892.518.076/1.574.137.415.862 = 2,98

2.       Quick Ratio = (Total Aktiva Lancar – Persediaan/Total Hutang Lancar = (4.701.892.518.076-1.561.382.418.796)/1.574.137.415.862 = 1,99
Analisis, keadaan perusahaan yang mampu membayar hutang walaupun sesudah dikurangi persediaan. 

B.      Ratio Solvabilitas

1.       Debt To Equity Ratio = (Total Kewajiban/Ekuitas)x100% = (1.691.512.395.248/4.310.437.877.062)x100% = 0,39 = 39%
Analisis, Debt To Equity Ratio digunakan untuk mengukur hingga sejauh mana perusahaan dibiayai oleh hutang.

2.       Debt To Asset Ratio =Total Kewajiban/Total Aktivax100% = (1.691.512.395.248/6.482.446.670.172)x100% = 0,26 = 26%
Analisis, setiap Rp. 100 pendanaan perusahaan Rp. 26 dibiayai dengan utang Rp. 74 disediakan oleh pemegang saham. 

C.      Ratio Rentabilitas

1.       Gross Profit Margin = (Laba Kotor/Penjualan Bersih)x100% = (4.511.940.302.360/9.087.347.669.804)x100% = 0,49 = 49%
Analisis, kemampuan perusahaan menghasilkan laba kotor dari penjualan bersih adalah 49%

2.       Operating Profit Margin = (Laba Usaha/Penjualan Bersih)x100% = (1.565.874.695.198/9.087.347.669.804)x100% = 0,17 = 17%
Analisis, tingkat efisien perusahaan sehingga rasio ini rendah menunjukkan keadaan yang baik karna setiap rupiah penjualan yang terserap dengan biaya juga rendah dan tersedia untuk laba yang besar.

  3.   Rentabilitas Ekonomi  = (/Laba Bersih Sebelum Pajak/Total Aktiva)x100% = (1.471.072.194.919/6.482.446.670.172) x100% = 0,22 = 22%


ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA

Analisis sumber dan penggunaan dana, atau disebut juga dengan analisis aliran dana, merupakan alat analisis financial yang digunakan untuk mengetahui darimana dana didapatkan dan untuk apa itu digunakan. Pengertian dana yang digunakan dalam analisis sumber dana penggunaan dana dalam arti diartikan sebagai kas. Dalam arti luas diartikan sebagai Modal Kerja.





Analisa :
Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa terjadi penambahan modal dari tahun 2008 sampai dengna tahun 2009 yaitu sebesar Rp. 210.072.096.641 dengan rincian modal kerja pada tahun 2008 dan 2012 masing-masing Rp. 3.127.755.102.214 dan Rp. 2.917.683.005.573



Analisa :
Karena jumlah sumber  > penggunaan yaitu sebesar Rp. 210.072.096.641, maka dana tersebut mempunyai efek positif terhadap modal kerja sesbesar Rp. 210.072.096.641. 










Selasa, 24 Maret 2015

Teori Analisis Ratio

Analisis Ratio adalah membandingkan antara satu angka dengan angka lainnya yang memberikan suatu makna. Suatu keuntungan dengan menggunakan ratio adalah meringkas suatu data historis perusahaan sebagai bahan perbandingan. dari sekian banyak alat analisis keuangan.
Analisis merupakan suatu langkah awal dalam suatu pengambilan keputusan yang cerfdas. Sebelum membuat keputusan para eksekutif harus mengumpulkan data dan menguji fakta-fakta keuangan yang penting dan relevan. Fakta-fakta keuangan tersebut diperoleh dari data-data akunting yang ditunjukkan dalam bentuk Neraca dan Laporan Laba/Rugi.
Beberapa lembaga dan investor memiliki keinginan untuk memperoleh hasil dari analisis laporan keuangan yang disajikan perushaan. Walaupun memiliki kepentingan yang berbeda, hal yang paling penting adalah manajemen perusahaan harus memahami harapan dan keinginan dari para kreditur dan pemegang saham agar mampu menarik dan mempertahankan dana perusahaan yang telah atau akan diberikan. Lembaga dan investor tersebut, antara lain:
  • Kreditur Jangka Pendek (short term creditors)
  • Kreditur Jangka Panjang (long term creditors)
  • Pemegang Saham (stockholders)
  • Manajemen Perusahaan (management)
Kreditur Jangka Pendek adalah lembaga atau perusahaan yang memberikan dana jangka pendek, seperti: bank atau pemasok barang/jasa kepada perusahaan dengan pembayaran non tunai atau secara kredit kepada perusahaan yang dianggap memiliki kemampuan likuiditas atau mampu membayar kewajibannya saat jatuh tempo.
Kreditur Jangka Panjang adalah pemegang obligasi perusahaan. Perusahaan pengelola dana pensiun, dan lainnya. Biasanya tertarik kepada solvency yaitu kelebihan relatif dari nilai aset perusahaan dibandingkan dnegan kewajiban (liabilities).
Pemegang Saham tertarik kepada perusahaan karena likuiditas, solvabilitas, keuntungan masa depan, termasuk arus kas dalam jangka panjang. Para pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang dipengaruhi langsung oleh keuntungan (profit) dan risiko (risk).
Manajemen Perusahaan adalah eksekutif perusahaan yang sangat mengenal sasaran dan tujuan perusahaan dan bertanggung jawab untuk memaksimalkan nilai perusahaan. Tanggung jawab lainnya adalah manajemen harus mampu menjaga likuiditas perusahaan agar mampu memenuhi tuntutan para kreditur dan pemegang saham.

Inti dari Ratio Keuangan:

  1. Ratio Likuiditas adalah ratio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang telah jatuh tempo.
  2. Ratio Leverage adalah ratio yang mengukur seberapa jauh atau besar perusahaantelah didanai atau dibiayai oleh utang.
  3. Ratio aktivitas adalah ratio yang mengukur seberapa efektif (hasil guna) perusahaan menggunakan sumber dayanya.
  4. Ratio profitabilitas adalah ratio yang mengukur seberapa besar efektivitas manajemen atau eksekutif perusahaan yang dibuktikan dengan kemampuan menciptakan keuntungan atau perlu ditambahkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomis perusahaan.
1. Ratio Likuiditas:
    a.   Current Ratio  =  Aktiva Lancar / Utang Lancar
    b.   Acid Test Ratio/Quick Ratio   =   Kas + Efek + Piutang / Utang Lancar

2. Ratio Leverage:
    a.   Total debt to Equity ratio   =   Utang Lancar + Utang Jangka Panjang / Jumlah Modal Sendiri
     b.   Total debt to total   =   Utang Lancar + Utang Jangka Panjang
3. Ratio Aktivitas:
     a.   Total assets turnover   =   Penjualan Neto / Jumlah Aktiva
     b.   Receivable turnover    =   Penjualan Kredit / Piutang rata-rata
     c.   Inventory turnover      =  Harga Pokok Penjualan / Inventory rata-rata
4. Ratio Profitabilitas:
    a.   Gross profit margin   =    Penjualan Neto - Harga Pokok Penjualan / Penjualan Neto
    b.   Net profit margin      =    Keuntungan Neto Sesudah Pajak / Penjualan Neto
    c.   Earning power of total investment   =   EBIT / Jumlah Aktiva
    d.   Net earning power ratio   =   Keuntungan Neto Sesudah Pajak / Jumlah Aktiva
    e.   Rate or return for the owners   =   Keuntungan Neto Sesudah Pajak / Jumlah Modal Sendiri




Sumber:
1. Buku Panduan Praktis Manajemen Keuangan dan Akuntansi untuk Eksekutif Perusahaan. Hendra S.Raharjaputra
2. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Prof.Dr.Bambang Riyanto

Senin, 26 Januari 2015

Tak Terpikirkan..

Dulu.. Untuk berjalan seiringan denganmu bagiku sesuatu yang ga mungkin bisa aku lakukan.
Duluu.. Untuk bisa duduk berhadapan denganmu bagiku sesuatu yang tidak mungkin terjadi.
Dulu.. Untuk berpegangan tangan denganmu tak terpikirkan olehku.
Tapi sekarang, semua sudah kita lalui.. Mulai dari jalan beriringan, duduk berhadapan, sampai berpegangan tangan denganmu dan memastikan bahwa kamu ada bersamaku. Semua fase telah kita lalui. Aku bahagia denganmu.

Selamat Hari Ibu !

Tepat di tanggal 22 Desember 2014, ini merupakan hari spesial untuk seorang wanita yang luar biasa di dunia! Beliau yang melahirkan, beliau yang merawat, beliau yang menjaga, beliau yang mengajarkan, beliau yang dengan lembut menasehati, beliau yang mempunyai hati seindah berlian di dasar laut, beliau yang memotivasi, beliau yang super duper memiliki kesabaran tingkat atas, beliau yang dengan senang hati menggenggam tangan mungilku untuk mengajarkan berjalan, dan masih banyak lagi peranan seorang Ibu. Betapa luar biasanya Allah menciptakan wanita terbaik dari segala-galanya.

Penting ga sih punya teman ?

Seberapa pentingnya teman untuk hidupmu? Sangat penting.
Karena pertemanan tidak dapat diukur oleh apapun dan pertemanan itu adalah salah satu yang membuat kita hidup.
Buat apa punya uang banyak, derajat tinggi, pekerjaan makmur, tapi ga pernah merasakan bahagiannya punya teman? Biarpun kekayaan ada disekeliling tapi kamu butuh sosok seorang teman! Teman yang bisa menerima kamu apa adanya, teman yang tidak membeda-bedakanmu, teman yang semata-mata adalah kebutuhan hidupmu, dan yang paling penting temukanlah teman yang bisa menempatkan dirinya diberbagai situasi. Ingat, teman yang hanya sekedar untuk bersenang-senang itu banyak, tapi teman yang benar-benar berteman dengan ketulusan itu pantas di perjuangkan. Pertemanan yang berharga harus di perjuangkan!