Yang mengakibatkan berakhirnya suatu usaha dan sumber daya
manusia memicu adanya suatu kegagalan dalam usaha yang dibangun, dikarenakan
persaingan yang sangat ketat sehingga membuat usaha-usaha lainnya terlengser
hingga gulung tikar dan mengakibatkan banyak faktor kerugian bagi para usahawan.
Disini saya akan menyebutkan beberapa faktor yang dapat
membuat berkhirnya usaha dan sumber daya manusia bagi organisasi kewirausahaan,
yaitu :
1. PHK massal para pekerja buruh
2.
Menurunnya tingkat perkembangan bisnis
3.
Kurangnya tingkat kematangan untuk membangun
suatu bisnis
4.
Kurang adanya inovatif dalam bisnis
5.
Persaingan yang sangat ketat didalam dunia
pembisnisan
Oleh karena itu di dalam suatu pembisnisan harus memiki cara
tersendiri untuk menghindari kerugian pada usahanya. Seperti :
1.
Berkomunikasi dengan para konsumen. Mengadakan
riset pasar terhadap konsumen bisa menjadi cara agar terhindar dari kesalahan
berbisnis. Riset memberikan pedoman tentang apa yang dibutuhkan konsumen dan
bagaimana cara menjawab kebutuhan tersebut melalui produk. Selain itu, hasil
riset pasar memberikan kisaran harga penjualan yang sesuai dengan keinginan dan
kemampuan target pasar.
2.
Pilihlah area berbisnis yang tepat. Artinya,
pebisnis harus menentukan tempat yang menunjang berjalannya bisnis, misalnya di
toko, kantor, atau dunia maya. Dalam bisnis offline, pemilihan area toko atau
kantor mempengaruhi penjualan produk. Dalam bisnis online, area berbisnis yang
tepat adalah melalui situs dengan domainpribadi (bukan domain gratisan).
Berlaku baik untuk bisnis online dan offline, pengusaha harus jeli dalam
memilih area berbisnis. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain
kedekatan wilayah dengan buyer, jumlah kompetitor di area tersebut, dan kondisi
lingkungan sekitar yang membuat tempat berbisnis itu menjadi strategis.
3.
Hindari pemborosan.Penting bagi pebisnis pemula
untuk dapat menahan diri terhadap hal-hal yang bisa memperlemah kondisi
finansial bisnis. Pebisnis pemula biasanya ingin agar bisnisnya dibuka dengan
hal yang serba baru, misalnya bangunan toko yang baru atau furnitur dan
perangkat elektronik baru. Banyak
pebisnis pemula yang menginginkan semua hal serba baru dengan alasan prestise
atau gengsi. Sebenarnya, tidak semua hal harus serba baru. Perilaku konsumtif
dan boros ini hanya akan membuat bisnis mengalokasikan uangnya untuk hal-hal
yang tidak esensial. Yang terpenting dari sebuah usaha baru adalah manajemen
bisnis di dalamnya, bukan tetek-bengek yang terlihat bagus hanya dari tampak
luar.
4.
Selain itu, pebisnis pemula tidak perlu
terburu-buru merekrut staf atau tenaga ahli, selama ia masih bisa mengerjakan
hal tersebut sendiri. Alasannya, sekali staf atau tenaga ahli direkrut,
pebisnis harus membayar gaji bulanan secara berkala. Ada baiknya pebisnis
mengerjakan hal-hal yang masih bisa ia tangani sendiri daripada membuang uang
untuk membayar gaji staf.
5.
Buatlah perencanaan yang matang. They who don’t
plan, plan to fail. Pepatah ini cocok bagi para pengusaha pemula yang tidak
memiliki perencanaan yang matang. Perencanaan, biasa disebut action plan,
mempermudah pebisnis untuk memilih opsi terbaik di antara sekian banyak
alternatif. Action plan ini menjadi pedoman atauguidelines bagi pengusaha untuk
menjalankan bisnisnya. Bisnis yang direncanakan dengan baik akan memperkecil
risiko bagi pebisnis untuk mengambil keputusan yang salah.
6.
Analisis perkembangan bisnis. Setiap keputusan
bisnis yang diambil perlu selalu di-review untuk memantau kemajuan bisnis.
Analisis ini memberikan gambaran tentang seberapa efisien bisnis berjalan. Jika
bisnis belum mencapai target yang telah ditentukan dalam waktu tertentu, ada
baiknya pebisnis mencoba alternatif lain dalam menjalankan usahanya. Penting
bagi pebisnis untuk membuat target yang hendak dicapai secara berkala. Jika
satu target berhasil dicapai melebihi tenggat waktu yang telah ditentukan,
pebisnis perlu memperbaiki kinerja dan manajemen bisnisnya.
Referensi : http://netpreneur.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar