Travelling ku
kali ini. Aku pergi sama keluarga. Tempat kami pergi yaitu The Jungle
Waterpark, bogor. Kami berangkat pukul 08.00 pagi, dijalanan dengan keadaan ‘sok tau´ alhasil kami nyasar, haha. Kami
nyasar ke arah sentul yang dimana ada
The Jungle juga, tapi yang ada di sentul
ini merupakan The Jungle Adventur ya bisa dibilang kaya Dufan gitu. Sedangkan tujuan
kami yang ada ‘kolam renangnya’ alias waterpark.
Akhirnya kami menggunkan GPS dari Smartphone. Dan ternyata kami kena
macet! *wes biasa, namanya juga jalanan* hehe. Saat itu waktu menunjukkan pukul
10.30 kami sampai di tujuan utama kami, yaitu
*taraaa..!* The Jungle WaterPark.
Sesampai disana ternyata parkiran di area Thu Jungle sudah di padati oleh
kendaran roda empat lainnya. Akhirnya dengan
arahan pak satpam yang bertugas, kami di alihkan tepat di sebrangan dari pintu
masuk. Kami mulai bergegas saat kendaraan kami sudah pas untuk di parkirkan,
setelah keluar dari kendaraan. Kami berjalan sekitar kurang lebih 20meter dari tempat
parkir kami ke pintu gerbang The Jungle. Sampai di depan gerbang The Jungle
ternyata padat sekali, ya maklum namanya juga waktu liburan, wajar saja padat
*hehe*. Kemudian kakakku langsung masuk ke antrian untuk membeli tiket. Sekitar
menunggu 10 menit-an, kakakku sudah memegang 5 tiket masuk. Kami pun bergegas
untuk membawa barang-barang kami masuk ke dalam area The Jungle tersebut. Sesampainya
di dalam, ternyata memang sudah padat sama seperti di tempat loket tadi. Aku beserta
mamah dan adikku langsung masuk ke tempat ganti wanita, dan yang ku temui di
dalam adalah padat again -_- sampai keringat ku bercucuran saking pengap dan
panasnya. Sesudah mengganti pakaian kami keluar untuk menemui ayah dan kakakku
yang sedang berdiri menjaga tas. Lalu mereka berdua pun gantian memasuki tempat
ganti laki-laki.
Selama menunggu 5 menit adikku bawel sekali, dia pengen
cepat-cepat nyemplung ke kolam renang. Akhirnya mamahku lah yang menemani
adikku nyemplung ke kolam, ya sudah pasti kolam yang ‘cetek’ alias dangkal hehe. Selama menunggu ayah dan kakaku datang,
tiba-tiba terdengar bunyi *kruk..kruk* di dalam perutku. Setelah aku berpikir
kenapa perutku bisa mengeluarkan suara begitu, aku menemukan jawabannya. Ternyata
aku lapar. Dari pagi belum sarapan *kasian, huhu* dan saat itulah ayah dan
kakaku datang #yippi. Sesampainya ayah dan kakakku tiba, aku langsung pergi
nyari tempat yang menjual makanan, ku temukanlah tempat yang menjual bakso
*uhuuuy mantab* aku memesan 3 porsi bakso, karna ku tahu ayah dan kakakku pasti
juga merasakan hal yang sama karna kita telah berlama-lama dijalan akibat
nyasar plus macet haha.
Aku kembali
ketempat dimana ada ayah dan kakakku, sekitar 5 menit bakso itu datang ke
tempat kami *yippiie* kami langsung mensantap bakso itu. Tiba-tiba mamahku
sudah tiba ke tempat kami dengan berkata ”Enaknya makan bakso” kami pun
tersentak lalu tertawa bersama-sama hahaha.. karena beliau merasakan hal yang
sama dengan kami, beliau memangil salah satu mbak-mbak yang ada di depan lapak
yang tidak jauh dari tempat kami berada untuk memesan 2 porsi bakso lagi
untuknya dan juga untuk adikku. Dan tidak lama kemudian mbak-mbak itu datang
membawa 2 mangkuk bakso. Setelah kami menyelesaikan makanan hingga abis, kami
memanggil mba-mbak itu untuk ke 3 kalinya dia datang ke ke tempat kami, sambil
memeberikan bebeapa uang uang untuk membayar bakso tadi. Adikku kali ini rewel
lagi, dia ingin berenang lagi. Sebelum aku, mamahku, kakakku, dan adikku
menjelajah tempat ini kami mencari tempat dulu untuk ayah beristirahat sambil
menjaga tas kami hehe. Akhirnya tempat yang pas sudah di temukan, berjejer
tempat setengah tiduran yang didepannya langsung kolam renang dan di tengah
kolam renang tersebut ada sebuah ‘cafe’.
Dengan rasa yang tidak kalah menggembirakan kami langsung meninggalkan ayah tiduran di bangku tersebut, dan penjelajahan kami di mulai haha. Di mulai dari menyewa ‘Ban’ yang berisi 2 dengan merogoh uang senilai Rp 20.000 kami mendapatkan ‘Ban’ tersebut. Mulailah kami menjelajah di kolam arus menggunakan ‘Ban´itu, setelah setengah memutari ada sebuah kolam panjang disamping kolam arus ini yang berisi ikan-ikan besar. Kaki kami pun sudah merasakan pegal karna berjalan mengikuti kolam arus ini.
Dengan ide cemerlangnya kakakku, dia mengajakku menaiki salah satu ‘perosotan’ dan sebelum sesampainya kami di puncak kami harus menaiki anak tangga yang kira-kira ada sekitar 5 lantai untuk mencapai puncaknya. Dengan rasa dag..dig..dug.. aku memberanikan diri untuk menaiki ‘prosotan’ ini hingga sampai di bawah. Bibirku tak henti-hentinya membaca ‘Istigfar’ untuk menenangkan hati yang ragu ini. Tapi dengan ucapan kakakku “Tenang aja ada aku, kita akan baik-baik saja” itu cukup ampuh untuk menenangkan ku. Tapi tetap tidak memberhentikan bibirku yang membaca ‘Istigfar’ sejak masih berada dibawah tadi. Giliran kami pun datang. Dengan kuatnya aku memegang pegangan yang ada di samping ‘Ban’ dan dengan suara lantang aku berteriak “AAAAAAAA” *jebur!* sekitar 1menit-an kami sudah berada di atas kolam lagi. Dan disana sudah ada mamah dan adikku yang menunggu kami turun. Hahaha, tak hentinya aku tertawa untuk melepas keteganganku.
Dengan rasa yang tidak kalah menggembirakan kami langsung meninggalkan ayah tiduran di bangku tersebut, dan penjelajahan kami di mulai haha. Di mulai dari menyewa ‘Ban’ yang berisi 2 dengan merogoh uang senilai Rp 20.000 kami mendapatkan ‘Ban’ tersebut. Mulailah kami menjelajah di kolam arus menggunakan ‘Ban´itu, setelah setengah memutari ada sebuah kolam panjang disamping kolam arus ini yang berisi ikan-ikan besar. Kaki kami pun sudah merasakan pegal karna berjalan mengikuti kolam arus ini.
Dengan ide cemerlangnya kakakku, dia mengajakku menaiki salah satu ‘perosotan’ dan sebelum sesampainya kami di puncak kami harus menaiki anak tangga yang kira-kira ada sekitar 5 lantai untuk mencapai puncaknya. Dengan rasa dag..dig..dug.. aku memberanikan diri untuk menaiki ‘prosotan’ ini hingga sampai di bawah. Bibirku tak henti-hentinya membaca ‘Istigfar’ untuk menenangkan hati yang ragu ini. Tapi dengan ucapan kakakku “Tenang aja ada aku, kita akan baik-baik saja” itu cukup ampuh untuk menenangkan ku. Tapi tetap tidak memberhentikan bibirku yang membaca ‘Istigfar’ sejak masih berada dibawah tadi. Giliran kami pun datang. Dengan kuatnya aku memegang pegangan yang ada di samping ‘Ban’ dan dengan suara lantang aku berteriak “AAAAAAAA” *jebur!* sekitar 1menit-an kami sudah berada di atas kolam lagi. Dan disana sudah ada mamah dan adikku yang menunggu kami turun. Hahaha, tak hentinya aku tertawa untuk melepas keteganganku.
Tak terasa,
waktu sudah hampir sore, dan keadaan di Jungle tersebut sudah tidak terlalu
padat seperti saat kita baru datang. Saat kami kembali ke tempat ayah yang
sudah menunggu kami, ternyata ayah sedang nyemplung ke kolam haha.. akhirnya
dengan girangnya adikku mengikuti jejak ayahku yang masuk ke kolam.
Waktu pun sudah menunjukkan pukul 17.00 wib. Yang itu artinya sudah sangat sore, dan kami harus membersihkan diri uantuk kembali pulang kerumah. Sesudahnya kami rapi kembali dengan baju yang sudah diganti, kami bergegas untuk ke tempat dimana kendaran kami di parkirkan. Kemudian kami menaiki kendaraan, dan melaju pulang ke rumah. Sekitar pukul 18.30 wib kami tiba dirumah dengan selamat, dan juga dengan sangat lelah J
Waktu pun sudah menunjukkan pukul 17.00 wib. Yang itu artinya sudah sangat sore, dan kami harus membersihkan diri uantuk kembali pulang kerumah. Sesudahnya kami rapi kembali dengan baju yang sudah diganti, kami bergegas untuk ke tempat dimana kendaran kami di parkirkan. Kemudian kami menaiki kendaraan, dan melaju pulang ke rumah. Sekitar pukul 18.30 wib kami tiba dirumah dengan selamat, dan juga dengan sangat lelah J










Tidak ada komentar:
Posting Komentar