Konsep
koperasi menurut Munkner dari University of Marburg, Jerman, bahwa ada dua
jenis konsep koperasi yang ada di dunia ini yaitu konsep koperasi barat dan
konsep koperasi sosialis. Namun, dalam perkembangannya ada satu jenis konsep
koperasi yang dianut oleh negara berkembang misalnya seperti di Indonesia.
Konsep tersebut dinamakan konsep koperasi negara berkembang. Sehingga secara
umum ada tiga jenis konsep koperasi yang dikenal hingga sekarang ini.
Konsep
Koperasi Barat
Konsep
koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang di
bentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan
kepentingan,dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta
menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan
koperasi.
Konsep
Koperasi Sosialis
Konsep
koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncankan dan dikendalikan oleh
pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang
perencanaan nasional.
Konsep
KoperasiI Negara Berkembang
Munkner
hanya membedakan koperasi berdasar konsep barat dan konsep sosialis. Sementara
itu didunia ketiga, walaupun masih mengacu pada kedua konsep tersebut, namun
koperasinya sudah berkembang dengan cirri tersendiri,yaitu dominasi campur
tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan. Adanya campur tangan
pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya
mirip dengan konsep sosialis. Perbedaanya adalah, tujuan koperasi dalam konsep
sosialis adalah untuk merasionalkan factor produks dari kepemilikan kolektif,
sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di Indonesia, tujuanya adalah
meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.
LATAR
BELAKANG TIMBULNYA ALIRAN KOPERASI
-
Keterkaitan Ideologi,Sistem Perekonomian,dan Aliran Koperasi
Timbulnya
aliran koperasi disetiap negara disebabkan oleh implementasi dari masing-masing
ideologi yang dianut oleh negara-negara tersebut.Ideologi yang biasa digunakan
oleh aliran koperasi adalah liberalisme/kapitalisme dan sosialisme. Maka dari
itu suatu sistem perekonomian tertentu akan saling menjiwai dengan koperasi
sebagai subsistemnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aliran koperasi dalam
suatu negara tidak dapat dipisahkan dari sistem perekonomian yang dianut oleh
negara yang bersangkutan.
Keterkaitan
yang dianut oleh berbagai negara sebagai berikut:
Perbedaan
ideologi suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan sistem perekonomiannya dan
aliran koperasi yang dianut akan berbeda. Hubungan masing-masing ideologi
sistem perekonomian dengan aliran koperasi sebagai berikut:
-
Aliran Koperasi
Secara
umum aliran koperasi yang dianut berbagai negara didunia dapat dikelompokkan
berdasarkan peran gerakan koperasi dalam sistem perekonomian dan hubungannya
dengan pemerintah.Menurut Paul Hubert casselman dibagi menjadi 3 aliran sebagai
berikut: aliran yardstick, aliran sosialis, aliran persemakmuran
(Commonwealth).
Berikut
adalah merupakan perbedaan metode aliran koperasi:
Ø
Aliran Yardstick, pemerintah tidak ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Ø
Aliran Sosialis, pemerintah ikut campur tangan dalam kegiatan koperasi.
Ø
Aliran Persemakmuran, koperasi bersifat kemitraan dengan pemerintah.
Aliran
Yardstick
·
Aliran yang menganut pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang
menganut perekonomian Liberal.
·
Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan
mengoreksi
·
Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di
tengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota
koperasi sendiri
·
Pengaruh aliran ini sangat kuat, terutama dinegara-negara barat dimana industri
berkembang dg pesat. Spt di AS, Perancis, Swedia, Denmark, Jerman, Belanda dll.
Aliran
Sosialis
·
Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai
kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui
organisasi koperasi.
·
Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia
Aliran
Persemakmuran (Commonwealth)
·
Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas
ekonomi masyarakat.
·
Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang
peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
·
Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”,
dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan
koperasi tercipta dengan baik.
Referensi
:
http://choirunnisa90.blogspot.com/2011/11/konsepaliran-dan-sejarah-koperasi.html
http://lianifebri.blogspot.co.id/2015/10/konsepalirandan-sejarah-koperasi.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar